Cinta itu pernah ada
Pernah nyata dan penuh sesak serongga dada
Cinta itu dulu hidup, merekah dan semerbak
Dalam lamun
Cinta itu juga pernah luka
Terjatuh dalam kecewa
Sampai terhempas dalam hina
Cinta itu
Pernah tertawa dan menangis karenanya
Cinta itupun pernah enyah
Entah lenyap atau hanya meredam
Beberapa lama
Jauh darinya membuat cinta itu lupa
Atau bahkan berusaha bahagia tanpanya
Kini
Saat waktu membuat mereka bersua
Cinta itu bingung
Dia tak tahu apa sekarang namanya
Nama apa yang cocok bagi dia
Cinta itu memang pernah sangat luka
Bahkan cacat karena kenyataan yang ada
Tapi cinta itu tak pernah berubah nama
Jadi benci apalagi lawan
Cinta itu kembali bingung
Tak bisa menyebut namanya sendiri
Dia tak ingin dipanggil cinta
Dia juga tak menamainya benci
Dia hanya tahu satu nama
Yaitu peduli
Layaknya sahabat yang penuh cinta
Tanpa setitik benci
Dengan penuh peduli
Cinta itu tak pernah menyesal atas namanya
Dia bahagia atas kisahnya
Walau tak pernah dia dapat hatinya
Cinta itu tlah bahagia
Setidaknya yang tidak bersamanya, bahagia...
Malam ini cinta itu sedih
Menyesal dan kecewa
Anehnya bukan karena kenyataan
Dia menyesal atas pilihannya
Pilihan meninggalkan cintanya
Meninggalkan kisahnya
Dan meninggalkan
Orang yang membuat dia disebut "cinta"
Yaa...seseorang yang pernah memberinya nama "cinta"
Orang itu terlalu sempurna namanya
Terlalu indah mengingatnya
Dan
Cinta itu masih ingin di sisinya
Di samping orang itu
Di samping pilihan orang itu
Hanya di sampingnya
Melihat dan mengerti
Tapi tidak untuk memiliki nama "cinta" itu lagi