Selasa, 07 September 2010

terbuka.na mata hati

asa dalam raga mulai pudar
seiring ketidak mampuand hati
mengikhlaskund apa yang bukand milik diri
kembali untuk yang memiliki

kala hari berselimut gelap
dengan suasana pelosok desa
yang hening,sepi
seakund mati tanpa kehidupand
aku termangu di sudut kesunyiand
melayang ingatandku pada yang lalu
aku dibawa.na ke alam kelamku
yang ingind aku hapus dari memory

namund sesaat berlalu dengan sebuah kesadarand
bahwa aku harus melangkah
maju dan tak menengok lagi
biar yang gelap terangkai dan tertutupi

kini di depand panca indera
terbentamg luas lautan kasih sayank
ya....kasih sayank yang sejati
dari Sang Ilahi

sejenak aku termenung dalam pemikirand
akand arti nafas ku selama ini
nafas-nafas di setiap detik hidup
dan nafas-nafas dalam setiap waktuku

sungguh aku malu
malu pada yang menciptaku
malu pada bayang bayang diri
dan malu pada jagad raya

kenapa??
aku harus melalui hari-hari yang sia-sia??
ku bertanya pada diri
yang penuh lumpur dosa

aku telah terjaga
dari mimpi panjang yang tak bermakna
perlahan ku buka mata
yang nista dan hina

tak berharap dalam hati
mengulang mimpi-mimpi itu
yang terbersit dalam benak
melangkah kembali pada pemilik sejati

dalam angan-angan harapand
ku bayangkund sebuah kebahagiaand
yang sejati dan takkund sirna
dengan kembali pada_Mu Ya Rabbi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Laman