Sabtu, 12 Mei 2012

Proses Konseling


Konseling pada dasarnya merupakan sebuah proses yang dibuat dengan tujuan menolong konseli yang bermasalah. Konseling merupakan sebuah situasi sementara yang menuntut terbrntuknya relasi antara konselor dan konseli dengan tujuan menolong konseli yang dapat berlangsung dalam satu kali pertemuan ataupun lebih. Sebelum mengadakan konseling dibutuhkan suatu kesiapan dari konseli. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesiapan konseling seorang konseli adalah motivasi untuk mendapatkan bantuan, pengatahuan tentang konseling, kecakapan intelektual, tingkat kesadaran terhadap masalah, dan harapan terhadap peranan konselor.
Tahapan dalam proses konseling adalah sebagai berikut :
1.    Tahap awal
Tahap ini dimulai sejak konseli menemui konselor hingga konselor menemukan permasalahan konseli. Beberapa hal yang perlu dilakukan adalah :
a.       Membangun hubungan konseling yang melibatkan konseli, kuncinya terdapat pada terpenuhinya asas-asas bimbingan dan konseling terutama kerahasiaan dan kesukarelaan.
b.      Memperjelas dan mengidentifikasi masalah konseli.
c.       Membuat penaksiran dan penjajakan, konselor berusaha menafsirkan kemungkinan masalah dan merancang bantuan yang mungkin dilakukan.
d.      Menegosiasikan kontrak yaitu membangun perjanjian antara konselor dengan konseli yang berisi tentang kontrak waktu (kapan dan berapa kali konseling akan dilakukan), kontrak tugas (mencakup tugas konseli dan juga konselor), kontrak kerjasama (terbinanya peran dan tangguung jawab antara konselor dan konseli.
2.    Tahap Kerja (inti)
Setelah tahap awal dilakukan dengan baik, proses konseling selanjutnya memasuki tahap inti atau tahap kerja. Beberapa hal yang perlu dilakukan adalah :
a.       Menjelajahi dan mengeksplorasi masalah konseli secara lebih dalam, yang dimaksudkan agar klien mempunyai alternatif baru tentang masalahnya.
b.      Konselor melakukan penilain kembali bersama konseli untuk meninjau kembali permasalahan yang dihadapi.
c.       Menjaga hubungan konseling agar tetap terpelihara.
1.      Tahap Akhir
Pada tahap akhir ini masih ada beberapa hal yang perlu dilakukan, yaitu :
a.       Konselor bersama konseli membuat kesimpulan hasil konseling.
b.      Menyusun rencana tindakan yang akan dilakukan berdasarkan kesepakatan dari proses konseling.
c.       Mengevaluasi jalannya proses dan hasil konseling.
d.      Membuat perjanjian untuk pertemuan selanjutnya.
Kondisi-kondisi yang mempengaruhi konseling dibedakan menjadi dua garis besar, yakni kondisi eksternal (meliputi physical setting, proxemics, privacy, belief, values, penerimaan) dan kondisi internal (meliputi rapport, empathy, genuineness, dan attentiveness).

untuk yang berminat ppt proses konseling bisa klik di sini dan berikut adalah contoh video proses konseling video 1 dan video 2. semoga apa yang saya tulis dapat membatu :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Laman